Desa Wisata Kemiren

Banyuwangi, adalah Kabupaten yang terletak di ujung timur pulau Jawa. Perkembangan wisata Banyuwangi beberapa 6 tahun terakhir ini termasuk sangat cepat. Wisatawan yang masuk ke Banyuwangi sudah mencapai jutaan pengunjung setiap tahunnya. Dimulai dengan banyaknya festival-festival yang diselenggarakan oleh pemkab Banyuwangi, mudahnya akses, pertumbuhan objek wisata Banyuwangi dan sekarang ditambah adanya Bandara dengan banyak maskapai penerbangan.

Banyak tempat-tempat wisata Banyuwangi yang kini dikembangkan oleh Pemkab Banyuwangi dengan didukung oleh kesadaran masyarakat membangun daerah mereka masing-masing. Mereka sadar bahwa perkembangan wisata akan meningkatkan pertumbuhan perekonomian mereka. Terutama masyarakat Desa.

Selain wisata alam dan wisata pantai, Banyuwangi juga memiliki wisata culture Heritage, yakni di Desa Wisata Kemiren.

Tentang Desa Kemiren

Desa Wisata Kemiren disebut juga sebagai Desa Osing. Dimana Budaya suku Osing masih terasa sangat kental disini. Meskipun banyak Desa yang masih memegang budaya dan adat tradisi mereka, namun sudah tercampur dengan budaya lain seperti madura, jawa, bali, cina dan arab.

Menurut sejarah masyarakat Desa Kemiren berasal dari orang-orang yang mengasingkan diri dari kerajaan Majapahit setelah kerajaan ini mulai runtuh sekitar tahun 1478 M. Selain menuju ke daerah di ujung timur Pulau Jawa ini, orang-orang Majapahit juga mengungsi ke Gunung Bromo (Suku Tengger) di Kabupaten Probolinggo, dan Pulau Bali.

Nama Desa Kemiren diambil dari buah KEMIRI dan DUREN yang tumbuh banyak di sekitar Desa. Dan masyarakatnya disebut suku Osing yang arti dalam bahasa indonesia adalah ‘Tidak/Bukan’. Konon pada masa Majapahit, orang-orang banyak diburu, sehingga ketika mereka ditanya mereka tidak mengakui bahwa mereka orang Majapahit dengan berkata ‘OSING’ atau Bukan.

Keunikan Desa Wisata Kemiren

Banyak hal yang bisa dinikmati di Desa Wisata Kemiren Ini. Yakni antara lain Budaya sosialnya, Tradisi, Adat istiadat, keramahan masyaraktnya, kulinernya, dan masih banyak lagi. Berikut adalah hal yang menarik dari Desa Wisata Banyuwangi :

Rumah Adat yang tidak pernah berubah

Di Desa Wisata kemiren anda akan disuguhkan dengan keunikan bangunan rumah mereka yang menyerupai rumah Joglo namun lebih sederhana. Masih Banyak masyarakat Desa Wisata Kemiren yang masih menggunakan konsep rumah Osing meskipun tidak menggunakan kayu. Jika anda cermati, bangunan rumah di Desa Wisata Kemiren nyaris sama.

Bahasa Osing yang unik

Masih banyak masyarakat Desa Wisata Kemiren yang masih bergelut dengan budaya mereka, seperti bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa Osing Deles. Jarang yang menggunakan bahasa jawa atau Bahasa Indonesia.

Keunikan Bahasa Osing dialeknya berbeda dengan Jawa dan Madura, selalu ada huruf ‘Y’ yang diselipkan diantara kata seperti ‘Kembang’ yang berarti bunga dibaca ‘Kembyang’. Selain, budayanya, kulinernya dan sejarah pengunjung bisa belajar bahasa Osing disini yang masih terasa kental.

KOPI KEMIREN dan cara menikmatinya

Desa Wisata Kemiren terkenal dengan kopinya. Meskipun tidak memiliki kebun kopi sendiri, Desa Wisata Kemiren mampu memproduksi kopi yang sudah mereka jual hingga ke manca negara. Tidak hanya memproduksi tetapi sudah menjadi budaya mereka sehari-hari.
Jika wisatawan ingin menikmati kopi berkelas, mereka bisa mengunjungi Sanggar Genjah Arum yang akan menyambut wisatawan dengan tari-tarian khas Banyuwangi dan proses membuat kopi yang baik dan benar. Jika, wisatawan ingin menikmati kopi yang lebih merakyat, banyak warung kopi yang tersedia dengan gaya khas suku Osing dan juga menyediakan jajanan khas Desa Wisata Kemiren.
Bahkan, Desa Wisata Kemiren setiap tahunnya menyelenggarakan festival sepuluh ewu cangkir kopi. Yakni, dimana pengunjung bisa menikmati kopi di sepanjang jalan desa sembari mengenal lebih dekat masyarakat Desa Kemiren karena sudah disediakan meja – kursi di depan rumah mereka yang siap untuk disinggahi siapapun, karena semboyan mereka adalah ‘sekali seduh kita bersaudara’.

KULINER yang enak

Kuliner yang terkenal di Desa Kemiren adalah Pecel pitik. Yaitu, Ayam Kampung yang dibakar lalu diberi parutan kelapa yang sudah diberi bumbu rahasia oleh masyarakat kemiren. Meskipun, dengan resep yang sama pecel pitik di Desa Kemiren rasanya tidak bisa sama. Konon, Ibu-ibu di Desa Kemiren memiliki jampi-jampi yang membuat rasa pecel pitik istimewa.

Ritual ke Makam Buyut Cili

Tradisi yang masih dilakukan masyarakat Desa Kemiren hingga saat ini adalah ritual selametan di makam Buyut Cili. Buyut Cili merupakan sesepuh dari masyarakat Desa Kemiren. Setiap hari kamis, malam jumat, Masyarakat kemiren melakukan selametan bergantian di makam buyut cilik. Bisa juga ketika ada hajatan, atau sedang ada permohonan. Mereka meyakini acara selametan di sana, doa-doa mereka akan dihijabah oleh Allah SWT.

Tradisi Tahunan yang menarik

Ada juga tradisi Ider Bumi, yang biasa diadakan hari kedua bulan syawal. Ada juga tumpeng sewu, dimana masyarakat akan mengajak pengunjung untuk makan tumpeng pecel pitik di sepanjang jalan. Ada juga ‘mepe kasur’ atau menjemur kasur,tradisi menjemur kasur mereka yang berwarna sama yaitu hitam dan merah di depan rumah masing-masing yang masih mereka lakukan hingga saat ini, konon tujuannya adalah mengusir ‘hal’ buruk yang ada di kasur mereka.

Museum Kemiren

Di Desa Kemiren juga ada museum yang bisa dinikmati oleh pengunjung. Dimana di dalamnya berisi benda-benda asli masyarakat suku Osing, dari mulai cangkir, lemari kuno hingga batik tulis yang sudah dibuat puluhan tahun silam.

Homestay

Di Kemiren tersedia banyak Homestay bagi pengunjung, tujuannya bukan hanya sekedar ‘numpang tinggal’ tetapi juga untuk mengenal masyarakat Osing dengan lebih dekat. Dari kegiatan mereka sehari-hari, bahasa hingga budayanya.

Banyak hal menarik yang bisa di eksplor ketika berada di Desa Kemiren. Pengunjung tidak hanya bisa menikmati liburan disini tapi juga belajar banyak tentang budaya lokal suku Osing atau Banyuwangi.

Lokasi Desa Wisata Kemiren

Desa Wisata Kemiren berada sekitar 5 km dari kota Banyuwangi atau butuh sekitar 15 menit dari kota. Tepatnya, di Desa Kemiren Kecamatan Glagah. Akses menuju desa Wisata Osing cenderung mudah karena lokasinya dekat Kota dan beraspal. Meskipun begitu, saat tiba di Desa Kemiren Atmosphere-nya sudah jauh dengan kota.

Untuk mendapatkan pengalaman yang mengesankan, disarankan datang di saat hari-hari tertentu, untuk bisa menikmati tradisi yang mereka selenggarakan, atau bisa juga menggunakan jasa Trip Banyuwangi untuk mengatur perjalanan anda di Desa Wisata Kemiren.

Trik dan Tips

– Gunakan Travel agent Profesional yang menyediakan guide profesional sehingga bisa memandu sekaligus menginformasikan secara detail mengenai sejarah, budaya, bahasa dan tradisi desa Kemiren.
– Sediakan waktu 1 hari untuk mengeskplore keunikan Desa Wisata Kemiren
– Bawa kamera atau handphone untuk mendokumentasikan kegiatan Anda selama di Desa Kemiren.
– Bersikap ramah pada orang-orang lokal
– Berhati-hati jika memasuki tempat-tempat keramat, jangan buang air kecil sembarangan atau bicara sembarangan.

Paket Wisata Banyuwangi oleh TripBanyuwangi

Paket Wisata Banyuwangi 1 Hari
Paket Wisata Banyuwangi 2 Hari 1 Malam
Paket Wisata Banyuwangi 3 Hari 2 Malam
Paket Wisata Banyuwangi 4 Hari 3 Malam
Open Trip Banyuwangi 2019
Paket Honeymoon Banyuwangi
Paket Meeting / Mice di Banyuwangi

Share:

Ada yang bisa kami bantu?
Setujui privacy policy kami terlebih dahulu untuk memulai percakapan