Pesona Wisata Kawah Ijen Banyuwangi

Salah satu destinasi wisata alam Indonesia yang menarik mata dunia adalah Kawah Ijen. Pesona Kawah Ijen mampu menarik ratusan ribu pengunjung setiap tahunnya. Tidak heran, jika Kawah Ijen sudah dikenal baik oleh wisatawan lokal maupun manca negara.

Kawah Ijen terletak di Desa Tamansari, Kecamatan Licin – Kabupaten Banyuwangi. Kawah Ijen juga berada di dua wilayah yakni antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso. Dengan jarak 35 Kilometer kota Banyuwangi, Gunung Kawah Ijen hanya ditempuh kurang lebih satu setengah jam. Karena jalur menuju Gunung Ijen memiliki beberapa tanjakan yang curam, disarankan untuk menggunakan kendaraan bermotor yang mumpuni. Adapun hal-hal yang bisa dinikmati oleh pengunjung adalah sebagai berikut :

DANAU KAWAH IJEN

Kawah Ijen memiliki ketinggian sekitar 2443 Meter diatas permukaan laut. Danau Kawah Ijen merupakan Danau berwarna biru tosca dengan tingkat keasamaan nyaris menyentuh nol. Danau Kawah Ijen memiliki kedalaman sekitar 200 meter dengan volume 36 juta kubik dan diameter 700 meter. Tidak heran jika Danau Kawah Ijen disebut sebagai Danau Asam terbesar di Dunia.

Saat pagi menjelang biasanya pemandangan di sekitar Danau sangat cantik. Bias-bias matahari yang memberi warna semu pink pada langit, dan panorama pegunungan menambah kecantikan dari Danau Kawah Ijen. Tidak perlu tekhnik yang profesional untuk mengambil gambar, karena pada dasarnya pemandangan Danau Kawah Ijen sangatlah cantik.

Pengunjung bisa duduk-duduk di pinggir bibir kawah untuk menikmati pemandangan Danau Kawah dengan tebing berwarna putih. Dijamin, akan menjadi pengalaman yang tak akan terlupakan bisa sampai di puncak dan menikmati Danau Kawah Ijen.

MEDAN PENDAKIAN

Sepanjang jalan menuju puncak, Pengunjung akan ditantang dengan tanjakan-tanjakan dengan kemiringan nyari 45 derajat, dengan tikungan-tikungan yang menanjakn dan membuat pengunjung kelelahan. Namun, jangan memaksakan diri jika tidak kuat, bisa berisitirahat sejenak sebelum kembali mendaki. Di tengah perjalanan, Pengunjung akan menemukan warung yang disebut Pondok Bunder.

PONDOK BUNDER

Pondok Bunder adalah tempat para penambang menimbang hasil tambangan mereka. Sebelum, belerang-belerang yang mereka ambil dihitung kembali dan ditukar kembali dengan uang di Paltuding. Selain itu, di Area Pondok Bunder ini juga tempat beristirahat para penambang yang tidak pulang ke rumah atau enggan turun ke paltuding.

Pengunjung bisa beristirahat di tempat ini sebelum melanjutkan pendakian. Sambil menunggu pagi bisa meminum teh atau kopi di sini.
Disini akan ada banyak penambang yang menjual hasil tambangan mereka berupa sovenir. Mereka membuat belerang terbetuk beraneka macam dengan alat yang sudah mereka siapkan di rumah.

FENOMENA BLUE FIRE / BLUE FLAME

Selain danau biru-nya yang cantik, Kawah Ijen terkenal dengan fenomena Api Birunya atau Blue fire atau Blue Flame. Pengunjung bisa menikmati Api biru pada pendakian malam hari. Pendakian dimulai dari jam 1 dini hari, jika ada gelembung gas yang berbahaya bagi pengunjung pendakian bisa dilakukan jam 3 dini hari. Pendakian bisa ditempuh sekitar 4 kilo meter dengan estimasti waktu satu jam hingga dua jam, tergantung pendaki itu sendiri. Jika memiliki fisik yang kuat dan terbiasa mendaki, bisa kurang dari satu jam.

Butuh waktu sekitar 20 menit dengan jarak 900 meter dari puncak untuk sampai ke sumber Api Biru. Dengan trek yang lumayan lebih sulit dari sebelumnya, pengunjung wajib berhati-hati karena jalannya berbatu dan berpasir sehingga cukup Licin.

Api Biru berasal dari belerang yang terbakar. Dan saat malam hari, warnanya berubah biru. Namun, saat matahari terbit warna biru akan menghilang. Banyak yang mengatakan Api Biru di dunia hanya ada 2 dan salah Satunya di Kawah Ijen. Itu sebabnya, banyak orang penasaran untuk datang mengunjungi Kawah Ijen.

SUNRISE POINT

Setelah menikmati keindahan Api Biru, Pengunjung bisa kembali menaiki jalan berbatu dan menikmati pemandangan tebing-tebing yang mengelilingi Kaldera. Kecantikan Danau biru, Belerang dan tebing menyatu menjadi satu panorama yang memikat. Pengunjung bisa menikmati pemandangan itu sejenak sebelum kembali naik ke atas, tetapi wajib memperhatian jalan yang akan dilewati oleh penambang.

Sesampainya di atas, pengunjung kemudian mengambil jalan ke kiri. Mendaki lagi sebentar, dan pengunjung bisa menikmati Sunrise Spot, atau Sunrise Point. Dimana Pengunjung bisa menikmati keindahan matahari terbit dengan gradasi warna langit yang sangat indah dikolaborasikan dengan kecantikan Kawah Ijen. Sunrise Spot menjadi salah satu Spot terbaik untuk berfoto.

Dari puncak, bisa juga pengunjung melihat panorama indah gunung-gunung yang berjejer. Pengunjung bisa melihat Gunung Merapi, Gunung Meranti bahkan Gunung Raung.

AKTIVITAS PENAMBANG

Selama perjalanan, Pengunjung akan bertemu dengan Para penambang Belerang. Mereka adalah orang-orang yang mengambil belerang dari ‘Pawon’ Istilah tempat sumber belerang. Kemudian membawanya hingga ke Paltuding. Biasanya, mereka menggunakan troli untuk mengangkut belerang, beberapa masih menggunakan keranjang dari bambu. Dalam satu hari mereka mampu menggotong antara 50 hingga 90 kilogram belerang dengan upah 1000/kilogram (2017) di pundak mereka. Mereka biasanya mampu mengambil 2 kali dalam sehari. Ada sekitar 400 bahkan lebih penambang di Kawah Ijen dengan berbagai macam usia. Bahkan ada yang masih berusia belasan tahun.

Selain menambang belerang, banyak penambang yang menawarkan troli mereka sebagai Taxi atau Ojek untuk mengangkut pengunjung yang tidak kuat mendaki atau menuruni Kawah Ijen. Dengan kisaran biaya 250 hingga satu juta. Tergantung banyak orang dan rute yang mereka ambil. Dan lagi, beberapa dari mereka juga ada yang menjadu pemandu wisata. Hal itu mereka lakukan untuk mendapatkan tambahan uang.

RUTE MENUJU KAWAH IJEN

Langkah awal sebelum menuju Kawah Ijen adalah menuju Banyuwangi Kota, dari kota akan ada 2 pilihan rute, yang pertama via Desa Kemiren, yang kedua via Kecamatan Licin. Untuk lebih mudahnya pesanlah paket ke Kami, dengan senang hati kami akan membantu segala persiapan sehingga tidak perlu ribet mencari rute terbaik untuk menuju Kawah Ijen.

TRICKS AND TIPS

– Saat menuruni Gunung Ijen, trik-nya adalah berjalan Zig-zag agar tidak cedera karena kaki terlalu banyak menahan beban. Berjalan Zig-zag bisa mengurangi resiko cedera dan resiko terpeleset. Atau jika tertarik, pengunjung bisa setengah berlari, namun cukup berbahaya bagi yang fisiknya kurang fit.
– Bernafas lewat hidung saat mendaki agar tidak mudah lelah dan mudah haus.
– Bawa Safety Equipment untuk mendaki seperti Masker, senter, Sepatu gunung, handuk kecil/sapu tangan (untuk membantu pernafasan jika masker tidak mampu melindungi pernafasan), tongkat mendaki (jika perlu).
– Gunakan pakaian yang fleksibel dan menyerap keringat karena saat mendaki akan berkeringat dan suhu tubuh meningkat, dan bawa jaket tebal untuk melindungi dari hawa dingin saat di puncak.
– Jangan banyak makan-makanan berat sebelum mendaki
– Bawa air minum agar tetap terhidrasi
– Dilarang membuat api di Puncak, apalagi membakar ranting dari tanaman yang ada di sekitar Kawah.
– Bawa mantel kresek
– Bawa snack untuk camilan saat lapar
– Pastikan menggunakan travel agent terpercaya
– Gunakan guide yang profesional

PAKET WISATA BANYUWANGI by TripBanyuwangi

Paket Wisata Banyuwangi 1 Hari
Paket Wisata Banyuwangi 2 Hari 1 Malam
Paket Wisata Banyuwangi 3 Hari 2 Malam
Paket Wisata Banyuwangi 4 Hari 3 Malam
Open Trip Banyuwangi 2019
Paket Honeymoon Banyuwangi
Paket Meeting / Mice di Banyuwangi

Share:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin